Thawaf: Mengelilingi Ka’bah
Setelah tiba di Masjidil Haram, ibadah dimulai dengan Thawaf, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Thawaf dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama. Selama Thawaf, Ka’bah harus berada di sebelah kiri Anda. Setiap putaran dalam Thawaf ini memiliki makna spiritual yang dalam, di mana Anda mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa dan berdzikir.
Selama Thawaf, usahakan untuk tetap khusyuk. Bacalah doa-doa yang dianjurkan, atau jika Anda tidak menghafal doa khusus, cukup berdzikir dan berdoa dalam bahasa yang Anda pahami. Ini adalah momen istimewa di mana Anda dapat merasakan kedekatan dengan Allah SWT.
Sa’i: Berlari Kecil antara Safa dan Marwah
Setelah menyelesaikan Thawaf, langkah berikutnya adalah Sa’i, yaitu berjalan kaki antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa’i dilakukan untuk mengenang kesabaran Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang berlari-lari kecil mencari air untuk putranya, Ismail AS. Sebagai bukti kesabaran dan usaha Hajar, air zam-zam mengalir hingga kini sebagai mukjizat dari Allah SWT.
Sa’i mengajarkan kita tentang pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi ujian hidup. Sebelum memulai Sa’i, disarankan untuk minum air zam-zam sebagai tanda keberkahan. Saat melakukan Sa’i, pria dianjurkan untuk berlari-lari kecil di antara dua tanda hijau di jalur tersebut.
Tahallul: Penutup Rangkaian Manasik
Setelah menyelesaikan Sa’i, ibadah Umroh ditutup dengan Tahallul. Tahallul adalah proses memotong sebagian rambut, yang menandakan bahwa Anda telah keluar dari kondisi Ihram. Bagi pria, lebih utama mencukur habis rambut sebagai simbol pengorbanan dan ketaatan, sementara bagi wanita cukup memotong ujung rambutnya.
Tahallul adalah momen refleksi di mana Anda merasakan kebersihan dan kesucian setelah menyelesaikan ibadah Umroh. Ucapkan syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk menyelesaikan ibadah ini dengan baik.
