Pengertian Umroh

Umroh adalah ibadah yang mirip dengan haji, tetapi tidak memiliki waktu pelaksanaan yang khusus seperti haji. Secara bahasa, umroh berarti “berziarah”. Secara istilah, umroh adalah kunjungan ke Baitullah dengan niat beribadah kepada Allah pada waktu yang tidak ditentukan, dengan melaksanakan ritual yang telah ditentukan.

Hukum Umroh

Berbeda dengan haji yang memiliki hukum wajib, umroh adalah ibadah yang disunahkan. Artinya, melaksanakan umroh adalah suatu amalan yang sangat dianjurkan dan mendatangkan banyak pahala, namun tidak diwajibkan.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad saw. bersabda:

العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا.

Artinya: “Dari umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa umroh memiliki keutamaan tersendiri dalam menghapus dosa-dosa yang dilakukan seorang muslim. Meski umroh tidak diwajibkan, melakukannya tetap sangat dianjurkan dan akan mendatangkan pahala yang besar.

Syarat Wajib Umroh

Syarat wajib untuk dapat melaksanakan umorh adalah sebagai berikut:

  • Muslim
  • Mukallaf (Sudah dibebani syariat)
  • Mampu
  • Merdeka
  • Bebas dari gangguan saat perjalanan

Baca Juga: 10 Larangan Haji dan Umroh Beserta Sanksi dan Hukumnya

Rukun Umroh

Rukun umroh adalah elemen-elemen pokok yang harus dilakukan dalam pelaksanaan umrah. Jika salah satu dari rukun ini tidak dilakukan, maka umrah seseorang dianggap tidak sah. Berikut lima rukun umroh:

  • Ihram: Ihram adalah niat dan pakaian khusus yang dikenakan saat memulai ibadah umroh. Ihram dilakukan dari miqat, yaitu batas yang telah ditentukan, baik berupa tempat atau lokasi.
    • Tawaf: Tawaf merupakan ritual mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Dalam umrah, tawaf dilakukan sebagai salah satu rukun utama. Tawaf ini dilakukan setelah memasuki Makkah dan sebelum melakukan sa’i.
    • Sai: Sa’i adalah ritual berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
    • Tahalul: Bagi pria, menggundul rambut (halq) adalah sunah dan sangat dianjurkan. Namun, memendekkan rambut (taqsir) juga diterima. Sedangkan bagi wanita, memendekkan rambut (taqsir) lebih dianjurkan, yaitu memotong ujung rambut sedikit saja sebagai simbol pembersihan dan penyempurnaan ibadah.
  • Tertib: Semua rukun umroh harus dilakukan secara berurutan dan dalam urutan yang telah ditetapkan. Urutan ini adalah ihram, tawaf, sai, dan tahalul.

Wajib Umroh

Selain rukun-rukun umroh, ada juga beberapa kewajiban yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan umrah. Jika salah satu dari kewajiban ini tidak dilakukan, maka umrah tetap sah tetapi harus membayar dam (denda). Berikut dua wajib umroh:

  • Ihram dari Miqat: Miqat adalah lokasi-lokasi tertentu yang harus dipatuhi oleh jemaah umrah untuk memulai ihram. Setiap calon jemaah umrah harus memastikan bahwa mereka telah melewati miqat sebelum mulai memakai pakaian ihram dan berniat untuk umroh.
  • Menjauhkan Diri dari Hal-Hal yang Dilarang saat Ihram: Selama berada dalam keadaan ihram, ada beberapa larangan yang harus dijauhi. Larangan-larangan ini termasuk:
    • Hubungan Intim
    • Memakai Pakaian Berjahit
    • Memotong Rambut atau Kuku
    • Memakai Parfum
    • Berburu Binatang
    • Dsb.
Back To Top